KOPDAR YubiBogor – Belajar Bisnis Bareng Kang Rendy

Hari minggu kemarin, 27 Maret 2016 di Hotel Salak saya hadir pada acara KOPDAR YubiBogor – Belajar Bisnis Bareng Kang Rendy

12801623_253687898300532_8124405757516385910_n

Semoga menjadi ladang amal yang subur bagi Kang Rendy Saputra yang menjadi pematerinya

Perjalanan Bisnis itu akan seperti ini :
START –> RUN –> GROW

START itu ketika ada penjualan, ada transaksi.
RUN itu ketika telah ada sistem, people and culture.
GROW itu ketika sudah Run dengan baik, lalu mulai duplikasi dan expand, baru siap untuk mengajak mitra untuk bergabung.

otak dari bisnis owner harusnya selalu berisi : “Bagaimana supaya bisnisnya terus berjalan”

Sistemkan penjualan yang berulang.
Repeat order adalah parameter bahwa produk telah ada di hati pelanggan.
People juga penting, people tanpa sistem hanya akan membuat pekerjaan berantakan.
Sistem tanpa people, hanya akan berupa kertas-kertas SOP yang tidak berdaya guna.
Sementara People, sistem tanpa culture, hanya akan jadi robot.

Yang fatal adalah, bisnis belum run, sudah ingin duplikasi dan ajak mitra… ini akan crack tak lama setelah berjalan, tidak akan berkelanjutan.

——————————————————————-

Untuk yang ada pada tahap START, penting nih…
V – Value
C – Channel
W – Who

Value atau nilai dari sebuah produk.
Seringkali konsumen membeli produk, bukan karena produknya saja, tapi ada nilai dalam produk tersebut.

contoh 1, tukang urut tradisional yang ruang prakteknya hanya menyediakan kipas angin, plus aroma pemijatnya lumayan mengganggu kenyamanan, disandingkan dengan tukang urut yang ruang prakteknya wangi, terapisnya ramah, sejuk karena ada AC, lalu penyambutannya ramah, bisa dipastikan keduanya memberi label harga yang berbeda, karena memang valuenya berbeda.

contoh 2, kopi di pinggir jalan, juga jelas berbeda value nya dengan kopi di cafe yang berada di mall.

Jadi apa sebetulnya value itu?
Value = (benefit fisik + benefit emosi) : price

jika kita ingin menaikkan value produk kita, ya berarti pilihannya, menaikkan benefit fisik dan benefit emosi atau menurunkan price.

Nah untuk memilih apakah akan menurunkan price atau menaikkan benefit fisik dan emosi, kita mesti mengenal target market kita. Apakah mereka sensitif di benefit, atau sensitif di price.

Mengenal target Market — WHO?
Harus SPESIFIK.
Nggak bisa dibilang, target market Keke busana, adalah semua anak Muslim Indonesia… nggak bisa! Harus jelas, anak Indonesia yang bagaimana.

contoh : produk Keke Busana, tidak bisa memasang iklan di misalnya majalah P*r*s, karena memang modelnya tidak sesuai, dan pembaca majalah tersebut, adalah muslim yang suka mengikuti trend hijab yang aneka rupa, sementara Keke Busana, tidak demikian.

contoh di atas sekaligus contoh Kanal atau Channel yang bisa kita gunakan sebagai corong promosi produk kita.

Market harus ditarget !
Jadilah penembak jitu untuk Market kita…

Market itu luas, kalo semuanya mau dilayani, akan besar effort dan biaya yang akan dikeluarkan.

Harus ada spesifikasi market.
Harus jelas…

Harus ditarget.
1. Demografi (usia, gender, domisili, agama, dll)
2. Ekonografi, Status ekonomi social.
3. Psychografi, kecenderungan, interest, kejiwaan marketnya.

CHANNEL / KANAL
Beda target market, beda kanal, beda bahasa, beda penanganan, beda desain , beda komunikasi (cara dan gaya).

Kenali produk kita dengan baik, kenali target market kita, lalu kita harus menggunakan channel yang sesuai dengan target market akan produk kita…

Sekian sharing saya hari ini…

Sekali lagi, syukron Kang Rendy Saputra…
acara kemarin amat menyenangkan dan bermanfaat. Dibawakan dengan penuh semangat, keriaan, dan ternyata Kang Rendy ini cukup kocak, sampai peserta ngakak-ngakak dibuatnya.

Untuk mengenal Akang yang keren ini, silahkan join di Zid Club – Belajar Bisnis bareng Kang Rendy

Sumber : Tulisan Facebook Wulansary Mumun Moon

Oleh-oleh dari Bandung Digital MeetUp #5

12794375_1715793922041000_855834291102958611_n

Tanggal 5 Maret 2016 – Bandung Digital MeetUp #5 KUPAS TUNTAS TENTANG ADULT-DATING NICHE!. Pada acara ini ada 2 pembicara utama yang tentunya membahas adult niche yaitu Pak Rully Kustandar dan Pak Alfonsus Kusuma.

Rully Kustandar. Beliau menjelaskan tentang apa itu affiliate marketing dan apa saja yang di butuhkan oleh seorang affiliate marketer untuk bisa sukses pada bisnis ini. Ada 3 kunci suskes yang harus di kuasai untuk menjadi top affiliate marketer.

Pertama, Harus menguasai berbagai macam traffic source/sumber pengunjung website. Bila anda menguasai berbagi traffic source akan memudahkan anda untuk mempromosikan produk afiliasi atau offers CPA. Traffic source yang bagus harus memiliki inventori data demografi pengunjung yang datang melalui traffic source tersebut, memiliki fitur black list/white list untuk memblokir situs yang tidak menghasilkan konversi, Split campaigns devices/carrier.

Kedua, Belilah data dengan menggunakan tracking software (rekomendasi voluum). Tracking software bermanfaat untuk mendapatkan informasi lebih mengenai promosi produk afiliasi yang sedang anda jalankan. Anda bisa memanfaatkan data dari tracking software untuk melakukan optimasi pada promosi afiliasi yang sedang anda jalankan.

Ketiga,  Anda harus memiliki angle atau sudut pandang dalam mempromosikan sebuah produk afiliasi.

Contoh : anda ingin mempromosikan sebuah aplikasi “UC Browser“.

Apa angle  yang anda pilih  ?

Misalnya :

Anda bisa menggunakan angle “ingin download lebih cepat ? download UC browser sekarang! “. Pada angle ini, Anda mengajak orang untuk mendownload aplikasi dengan angel manfaat dari UC browser untuk download lebih cepat.

Anda juga mungkin pernah mengunjungi website tertentu, tetap saat ada ingin mendownload sebuah file ada peringatan yang muncul “Ada virus jahat pada ponsel anda, silakan download aplikasi UC browser untuk browsing dengan aman”

Nah pada acara meetup kemarin Pak Rully membocorkan angle nya tentang adult dalam mempromosikan UC browser.

Copy of https---www.flickr.com-photos-121949668@N08-with-15047712321-

Traffic Source : Facebook Ads

Iklan/Angle yang di gunakan : Sebuah artikel beserta gambar kamar bak mandi dan gayung “Anak laki-laki memasang CCTV di kamar mandi kost, lihat apa yang terjadi” artikel aslinya ada merdeka.com

Landing page : Sebuah halaman mirip facebook mobile ada judul, artikel singkat dan sebuah gambar yang dengan desain mirip video. Pada halaman tersebut juga di berikan social approve orang berkomentar, videonya bagus, videonya keren dll. Padahal di halaman tersebut tidak ada video, hanya membuat pengunjung website penasaran.

Internet positif : Ketika orang klik gambar video, orang tersebut di alihkan ke landing page yang mirip dengan internet positif. Pada halaman internet yang mirip dengan internet positif tersebut ada call to action. Maaf website yang ada akses mengandung konten dewasa, download UC browser untuk bisa mengakses situs ini 🙂

Ke halaman offers UC browser (Google play )  : Orang akan mendownload UC browser dan Pak Rully mendapatkan komisi.

Alur untuk angle ini : Facebook Ads – Landing page mirip facebook – landing page mirip internet positif – Google play.

12794366_1715794028707656_372810281603786006_n

Alfonsus Kusuma. Beliau banyak menjelaskan tentang fakta dan data mengenai industri P***o di Amerika dan bagaimana affiliate marketer bisa mengambil bagian dalam industri ini. Sebenarnya cukup banyak data yang di ungkapkan oleh Pak AK sehingga saya tidak sempat mencatat.

Secara keseluruhan acara ini bagus untuk menambah wawasan dalam dunia digital marketing atau online marketing.  Tulisan lain tentang acara ini, Catatan Kecil Dari Bandung Digital MeetUp #5 : An Emotional Story Behinds The Scene.

Sumber Gambar : Panitia Bandung Digital MeetUp #5

Tips jualan online dari owner Brodo

Tips jualan online dari owner Brodo
Tanggal 31 Januari 2015 kemarin, Saya hadir di acara workshop “Online Store 123” bertempat di penang bistro kebon sirih, jakarta. Workshop ini di dukung oleh platform e-commerce (SIRCLO), payment gateway (Veritrans) dan Jasa Pengiriman (JNE). Ketiganya memberikan materi dan promo khusus bagi pemilik toko online yang hadir sebagai peserta. Selain itu, hadir juga Yukka Harlanda owner Brodo Footwear yang berbagi tips membangun toko online.

Berikut ini beberapa tips dari Bro Yukka Harlanda :

1. Dengarkan Konsumen

Brodo selalau hadir untuk mendengarkan konsumen dan memberikan pelayanan terbaik kepada konsumenya. Prinsip brodo ialah melayani setiap kiritik dan saran konsumen secara gentleman.

2. Desain Website Memiliki Peran Penting

Tampilan website juga merupakan hal penting bagi brodo, hal ini telah dibuktikan brodo bahwa perubahan warna dan layout website memiliki pengaruh yang besar terhadap penjualan.

3. Kumpulkan Email pelanggan

Salah satu senjata brodo yang baru disadari akhir-akhir ini ialah pemanfaatan email pelanggan. Dengan mengumpulkan dan promosi melalui email pelanggan, brodo juga bisa meningkatkan penjualan 1-4 persen dari jumlah email palanggan mereka.

4. Manfaatkan data toko online Anda

Brodo juga memanfaatkan data toko online untuk efesiensi produksi mereka. Caranya dengan memproduksi banyak model produk tetapi dengan jumlah tiap model sedikit. Kemudian model sepatu tersebut di jual pada toko online mereka, Brodo kemudian melihat data penjualan produk model mana saja yang banyak peminatnya. Kemudian produk banyak peminatnya tersebut di produksi secara masal dan yang sedikit peminatnya tidak di produksi lagi.

5. Manfaatkan Social Media

Selain sebagi media untuk mendengarkan konsumen, social media dimanfaatkan oleh brodo untuk branding dan berjualan (Media Promosi).

Bila Anda ingin membagun toko online, dengan desain menarik, bisa mengumpulkan email pelanggan, tersedia data untuk melihat produk mana yang laris, ada fitur chat untuk berkomunikasi dengan konsumen Anda, serta integrasi dengan social media, Anda bisa menggunakan solusi toko online sirclo klik disini!


Sumber Gambar : Flickr.com